Pentingnya orang tua memahami pola asuh
Anak merupakan titipan atau amanah yang di berikan Sang Pencipta kepada orang yang tepat yang menginginkan sebuah keturunan yang dapat mempererat hubungan suatu keluarga. Dimana keluarga yang lengkap itu terdiri dari ayah, ibu dan anak. Anak tumbuh dan berkembang dari keluarga yang sangat menyayanginya.
Secara umum, anak usia dini ialah anak yang usianya di bawah 6 tahun. Pemerintah Sisdiknas mendefinisikan anak usia dini merupakan anak dengan rentang usia 0-6 tahun. Hakikatnya anak usia dini ialah seorang yang unik, yang memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang meliputi aspek fisik,kognitif,sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus.
Anak dididik dan di asuh orang tua yang memiliki kasih sayang juga memiliki tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Sehingga mereka berusaha semaksimal mungkin agar anak menjadi orang yang berguna bagi orang di sekitar dan dirinya. Anak dari kecil merupakan peniru yang unggul, anak dapat meniru semua yang dilihat dan di rasakannya. Untuk itu perlunya orang tua berhati-hati dalam setiap tindakan yang dilakukan. Orang tua merupakan cerminan dari anak-anaknya. Anak berperilaku baik sebab orang tuanya mendidik dan membimbing anak dengan baik pula yang memiliki cara tersendiri bagaimana mengasuh dan merawat anak.
Pola asuh penting dilakukan oleh orang tua anak usia dini. Sebab anak usia dini merupakan anak yang masih aktif-aktifnya dalam beraktivitas, yang dapat melakukan hal yang ia inginkan. Dan dalam parenting ini butuh keterampilan dari orang tua anak usia dini bagaimana mereka mengajarkan kepada anak apa yang baik dilakukan oleh anak. Karena ini akan berlaku lebih lama bagi anak usia dini dan akan digunakan seterusnya hingga ia dewasa. Pada masa kini, parenting sangat penting dilakukan oleh orang tua anak usia dini. Agar mereka dapat memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya.
Parenting atau pola asuh ialah metode yang tepat bagi orang tua untuk membentuk karakter anak. Tak hanya mengasuh, orang tua juga harus mendidik,membimbing serta melindungi setiap perkembangan anak. Anak akan terkontrol dengan baik apa yang akan dilakukannya. Bagaimana cara orang tua mendidik anaknya, maka akan terlihat dari karakter dan perilaku anak yang menunjukkan sikapnya. Jika anak di asuh dan di didik dengan pola yang keras, maka anak akan menjadi pembangkang, tidak mau mendengar kata orang tua, bersikap kurang ajar sesama temannya. Maka orang menilai sikap anak ini dari orang tua yang tidak pandai dalam menjaga dan merawat anaknya dan lalai terhadap apa yang dilakukan oleh anak sehingga pengawasan terhadap anak tidak terkontrol dengan baik.
Untuk itu, melaui parenting , orang tua dapat mengawasi apa yang dilakukan anak saat beraktivitas, apakah anak melakukan suatu aktivitas dengan baik. Seperti kasus yang di dapati di website KPAI, bocah di Cianjur makan kertas rokok. Ini merupakan kasus bahwa korban salah pengasuhan. Hal ini berkaitan dengan kurangnya pengawasan orangtua atau lingkungan tempat tinggalnya. Akibatnya anak yang dibiarkan makan kertas rokok tersebut bisa mengakibatkan kecanduan. Ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan oleh anak. Karena orangtua hanya membiarkan anaknya tanpa pengawasan yang baik.
Berdasarkan penjelasan dari orangtua, bahwa kebiasaan anaknya ini bermula ketika ia berumur dua tahun. Anaknya mencoba menjilat bagian manis kertas rokok milik ayah atau kakeknya. Salahnya, orangtua hanya membiarkan anaknya melakukan hal tersebut sehingga menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh anak. Kebiasaan yang tidak dilakukan oleh anak seusianya ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek yang tidak baik terhadap tubuhnya. Untuk itu perlunya pemeriksaan lebih lanjut ke pihak puskesmas untuk mengecek apakah terdapat gangguan pada tubuh anak.
Dari kasus tersebut, sudah terlihat bahwa adanya pola asuh yang salah terhadap keluarganya. Karena anak ketika usia 2 tahun yang mencoba kertas rokok, malah dibiarkan oleh keluarganya. Mereka tidak memperhatikan bahkan tidak menghiraukan apa yang dilakukan oleh anak tersebut. Sehingga ketika sekali mencoba kertas rokok tersebut, itu mengakibatkan anak menjadi kecanduan dan memakan kertas rokok tersbut sampai anak berusia 6 tahun. Ini diakibatkan kurang nya pengawasan dari lingkunngan sekitar anak. Mereka tak mencoba menghalangi apa yang diperbuat anak, sehingga menimbulkan kebiasaan yang sebagaimana anak seusianya tidak melakukan hal tersebut. Untuk itu perlu ditingkatkan lagi pengawasan bagi orang tua terhadap aktivitas anak yang bisa menyebabkan hal-hal yang berdampak buruk terhadap dirinya.