Sabtu, 04 September 2021

TIK Sebagai Sarana Komunikasi Kelompok Sasaran

 

TIK Sebagai Sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran

 

 

Ulfa Hasanatul Fitri

19005041

Pendidikan Luar Sekolah

Universitas Negeri Padang

 

 

Penggunaan TIK berperan penting pada suatu hal terutama pada pembelajaran. Apalagi pada masa pandemic sekarang, semua dilakukan di rumah saja. Untuk itu perlunya sarana komunikasi yang dapat dilakukan dengan kelompok sasaran.

 

1. Perkembangan Praktek Penggunaan TIK dalam Pembelajaran Program Pelatihan

Program pelatihan ialah program yang ditekankan dengan keterampilan, yang dapat menjadikan peserta nya memiliki suatu keterampilan sesuai dengan minatnya. Dengan adanya hal tersebut, maka perlunya seorang pelatih yang dapat memberikan pelatihan yang akan dimiliki oleh peserta nya.

Pelatih ialah seseorang yang bertugas memimpin atau membina dan membimbing peserta nya agar memiliki keterampilan dalam bidang tertentu. Contohnya seorang pelatih dance  yang melatih dan membimbing dancernya nya untuk lebih trampil dan lincah dalam mengikuti pelatihan yang dipimpinnya agar dapat lebih menguasai lagi gerakan-gerakan baru yang akan dipelajarinya. Pelatih tidak hanya membelajarkan peserta pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun peserta juga bisa belajar di rumah. Dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui pemanfaatan dari TIK.

 

2. Perkembangan Praktek Penggunaan TIK dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat ialah proses meningkatkan kapasitas dan kualitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki baik itu sumber daya manusia mauapun sumber daya alam.guna meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

 Dalam pemberdayaan masyarakat ini juga untuk membangun jiwa kemandirian masyarakat untuk meningkatkan perkembangan hidup dan juga berpartisipasi dalam proses pemberdayaan. Dengan itu TIK berperan dalam perkembangan hidup masyarakat dengan menambah pengetahuan, misalnya menggali lebih dalam lagi tentang informasi yang dapat meningkatkan kualitas masyarakat dengan membuat suatu keterampilan. Hal tersebut dapat dicari melalui hp dengan menggunakan google. Sehingga masyarakat lebih paham lagi dengan mengunakan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas kehidupannya.

 

3. Perkembangan Praktek Penggunaan TIK dalam Pembelajaran Program Penyuluhan dan/atau Layanan Masyarakat

Dalam perkembangan praktek penggunaan TIK, penyuluhan tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun juga bisa dilakukan dengan melalui virtual atau daring. Hal ini bersangkutan dengan penggunaan TIK dalam kehidupan sehari- hari. Ini juga melatih bagi masyarakat yang mengikuti penyuluhan agar dapat lebih mengerti lagi dengan penggunaan teknologi yang semakin lama semakin canggih agar masyarakat tidak ketinggalan informasi.

Contohnya dalam penyuluhan tentang kesehatan masyarakat, penyuluh memberikan penyuluhan dengan menggnakan media yang dapat memancarkan layar yang ada di laptop dan dipancarkan ke dinding yang dikenal dengan infokus. Hal ini memudahkan penyuluh agar tidak mencatat di papan tulis tentang informasi yang diberikan.

 

4. Perkembangan Praktek Penggunaan TIK dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan

Pendidikan kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan program PAKET A setara SD, PAKET B setara SMP, PAKET C setara SMA. Program ini diberikan kepada masyarakat yang tidak lulus dalam mencapai pendidikan yang telah diberikan dan juga untuk peningkatan kemampuan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengembangan sikap kepada warga belajarnya.

Perkembangan praktek penggunaan TIK dalam pembelajaran program kesetaraan dapat kta lihat pada pengembangan model pembelajaran blenden learning pada pendidikan kesetaraan program PAKET C, untuk meningkatkan kemandirian belajar, bisa juga dengan melakukan pelaihan e-learning untuk tutor pendidikan kesetaraan yang dapat dilakukan dalam google classroom. Hal ini dapat membantu pendidik untuk membuat dan mengatur kelas secara virtual. Pendidik dapat memberikan tugas, mmberikan nilai dan mengintegrasikan pembelajaran dengan tautan-tautan yang dapat memperkaya pengetahuan warga belajar tanpa berbayar. (Khophadung& Vongtahtum,2016)

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka :

Arriany, I., Junadi, J., & Laksono, A. D. (2020). Pelatihan E-Learning Untuk Tutor Pendidikan Kesetaraan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 118-124.

 

Sutisna, A. (2016). Pengembangan model pembelajaran blended learning pada pendidikan kesetaraan program paket c dalam meningkatkan kemandirian belajar. JTP-Jurnal Teknologi Pendidikan, 18(3), 156-168.

 

https://netri938821284.wordpress.com/2018/02/21/tik-sebagai-sarana-komunikasi-dengan-kelompok-sasaran/

Kamis, 26 Agustus 2021

Pemanfaatan TIK dalam PLS

Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan Luar Sekolah

  

Ulfa Hasanataul Fitri

19005041

Pendidikan Luar Sekolah

 

 Penggunaan TIK sebagai sumber dan media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan perangkat komputer sebagai sumber dan media pembelajaran yang inovatif. Yang membuat penggunanya semakin kreatif dalam menggunakan teknologi.

Teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi (Tony Bates, 1995). Pemanfaatan TIK sebagai alat bantu  dan fasilitas pembelajaran suatu materi pembelajaran akan tersampaikan dengan lebih baik dengan mempertimbangkan konteks dunia nyata.

Media pembelajaran berbasis TIK adalah sebuah alat atau perangkat yang diperlukan dalam proses kegiatan penyampaian informasi berupa ilmu pengetahuan dari seorang tenaga pendidik kepada peserta didik yang menggunakan teknologi informasi dan komunkasi. 

Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan luar sekolah sebagai berikut :

1. Mampu meningkatkan harkat, martabat dan kepercayaan diri peserta didik. Percaya diri harus dimiliki oleh peserta didik yang dapat membuat dirinya semakin yakin akan kemampuan yang dimilikinya. Dan dapat menunjukkan bahwa ia dapat menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan Negaranya.

2. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan menjadikan TIK sebagai kebutuhan, keinginan mempelajari TIK lebih lanjut dan mengembangkan skill dan pengetahuan akan muncul dari diri mereka sendiri. Peran satuan pendidikan nonformal sebagai pemicu dan memberi wawasan inilah lebih penting daripada menyediakan sarana dan prasarana berharga mahal tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan.

3. Sebagai konten pembelajaran dan sumber daya manusia yang memadai. Situs dengan konten pembelajaran yang diperlukan peserta didik memerlukan peran seta tidak hanya dari para pelaku TIK namun juga dari setiap orang yang akan peduli pendidikan. Penggunaan internet dalam pendidikan akan lebih optimal apabila didukung oleh situs yang menyediakan konten pembelajaran dalam bahasa Indonesia.

Adapun pemanfaatan TIK dalam PLS yaitu :

1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.

2. TIK sebagai sistem pendukung keputusan dalam dunia pendidikan.

3. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah dapat kita lihat  salah satunya pada program penyuluhan pertanian. Penyuluh memanfaatkan media infokus sebagai media penyaluran informasi yang akan diberikan. Penyuluhan menampilkan sebuah ppt yang akan dibaca oleh petani, sehingga mereka paham dengan apa yang disampaikan oleh penyuluh. 

Namun pada masa pandemi sekarang, semua kegiatan dilakukan sangat terbatas. Maka dari itu, penyuluh memanfaatkan media yang dapat dilakukan secara jarak jauh. Sudah terlihat pemanfaatan dalam berbagai bentuk contohnya penggunaan media sosial seperti whatsapp dan media daring seperti youtube ataupun website yang dapat menambah pengetahuan petani. Pada masa pandemi, sema kegiatan dilakukan secara daring dan menggunakan teknologi. Untuk itu kita harus lebih meningkatkan lagi pengetahuan tentang teknologi sehinggan kita tidak ketinggalan informasi.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi :

http://eprints.unm.ac.id/8487/

http://elinursakiyah.blogspot.com/2018/02/tugas-kedua-teknik-informasi-dan_13.html?m=1

https://www-kompasiana-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.kompasiana.com/amp/harismaldini/mengaplikasikan-tik-sebagai-media-pembelajaran-di-sekolah




Kamis, 19 Agustus 2021

Pengenalan Lahirnya TIK

Ulfa Hasanatul Fitri

19005041

Mata Kuliah : TIK PLS



TIK merupakan singkatan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi berkaitan dengan proses, sebagai alat bantu, dan pengelolaan lat bantu memproses data perangkat satu ke lainnya.

Perkembangan teknologi informasi masa prasejarah dimulai dari tahun 3000 SM. Teknologi informasi pada era modern dimulai dari dengan media cetak, yaitu surat kabar. Yang dipergunakan untuk memberi informasi yang dapat dibaca oleh masyarakat. 

Semakin berkembang dan maju zaman. Semakin berkembang pula teknologi. Zaman sekarang komputer semakin canggih, bahkan bisa dibawa kemana-mana yaitu laptop. Teknologi saat ini diklarifikasikan ke penggunaan internet, kegiatan media online, komunikasi digital, kegiatan pembelajaran yang berfasilitas TIK, permainan video, dll.
 
Teknologi informasi dan komunikasi ialah bidang yang memiliki jangkauan luas. TIK merupakan bidang studi akademik yang tumbuh paling cepat dan sumber mata pencaharian yang paling menarik. Di Indonesia, TIK dimulai dengan adanya radio pada tahun 1925. Lalu, 40 tahun kemudian muncul televisi yang bisa menggantikan peran radio sebagai alat informasi utama di Indonesia. 

TIK sangat dirasakan manfaat yang luar biasa hingga sekarang ini. Salah satunya internet. Dengan internet, hubungan jarak juh dapat dilakukan. Tidak melalui surat kabar lagi. Dengan internet semua bisa didapatkan. Sehingga, internet juga merupakan kebutuhan masyarakat sampai sekarang. 



Referensi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi_komunikasi

https://qwords.com/blog/sejarah-tik/




Rabu, 16 Desember 2020

Pendidikan Orang Dewasa

 Pendidikan Orang Dewasa

Pendidikan orang dewasa adalah suatu proses belajar yang sistematis dan berkelanjutan pada orang yang berstatus dewasa dengan tujuan untuk mencapai perubahan pada pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan. Kondisi-kondisi yang dapat ditimbulkan dari definisi itu adalah: (1) Orang dewasa termotivasi untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka; (2) Orientasi belajar bagi orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan; (3) Pengalaman sebagai sumber kekayaan untuk belajar orang dewasa; (4) Orang dewasa mengharapkan berhubungan sendiri dengan kebutuhan yang tepat; (5) Perbedaan individual di antara perorangan berkembang sesuai dengan umurnya.

1. Definisi ( Batasan Pengertian )

 Pendidikan Orang Dewasa ( Adult Education )

 1. Pendidikan → dapat dilakukan dengan belajar (Learning ) tetapi juga sering  dianggap sama.

 Semua kegiatan pendidikan melibatkan belajar tetapi tidak semua kegiatan belajar melbatkan pendidikan. Pendidikan selalu terdapat unsur kegiatan yang dirancang (didesain) dan disengaja, dengan tujuan yang dtetapkan. Sedangkan belajar dapat berjalan atau dilakukan secara insidental, tidak dirancang, dan dalam waktu yang sangat pendek.

2. Orang dewasa ( Adult ) terdapat batasan pengertian orang dewasa yang sering membingungkan.

 Dewasa dapat dilihat dalam batasan, biologis, psikologis, dan sosial. Dewasa secara biologis menunjuk pada perkembangan biologis, umumnya dikaitkan dengan kesiapan untuk reproduksi. Masalahnya, seseorang sering sudah dianggap dewasa secara biologis, tetapi belum tentu dewasa secara psikologis. Dewasa psikologis umumnya dikaitkan dengan kemampuan mental untuk memikul tanggungjawab oleh keputusan / pilhan.Dewasa sosial umumnya dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan peran sosial (kemasyarakatan ) sebagai orang tua dari anak-anaknya pemimpin dalam organisasi kerja dan lain-lain.

2. Tujuan Pendidikan Orang Dewasa

Tujuan POD dengan demikian beraneka ragam sesuai dengan permasalahannya , dan sasarannya. Secara umum terdapat beberapa tujuan :

1. Tujuan POD bagi pengembang kecerdasan / intelektual warga belajar,

2. Tujuan POD bagi aktualisasi dari indvidu peserta belajar

3. Tujuan POD bagi bagi pengembangan personal dan sosial warga belajar

4. Tujuan POD bagi perubahan sosial (masyarakat)

5. Tujuan POD bagi pengembangan SDM dalam organisasi kerja ( efektivitas organisasi )

 

3. Program POD

Program secara umum diartikan suatu kegiatan bekajar ( kurikulum ) yang drancang oleh suatu lembaga ( institusi ) yang digunaan bagi peserta didik untuk mengikut kegiatan belajar sesuai dengan tujuan pendidikan (pembelajaran) yang ditetapkan.

 Misalnya program khusus menjahit bagi para peserta sesudah selesai mengikuti program untuk memasuki dunia kerja di industri konveksi atau mendirikan usaha sendiri seperti butik atau penjahitan.

 Institusi atau lembaga yang menyusun program POD antara lain :

1. Lembaga kursus

2. Pusat pendidikan & pelatihan ( balai latihan, tenaga kerja; BLK )

3. Pusat kegiatan belajar ( SKB )

4. BPKB ( Badan Pengembangan Kegiatan Belajar )

5. BPPNFI ( Badan Pengembangan Pendidikan Non Formal – Informal )

6. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

7. Perguruan Tinggi ( Program Pendidikan Ekstension )

8. Pendidikan & Pelatihan di Perusahaan / Perkantoran.

 

 

 

Sumber

https://bayoedarkochan.wordpress.com/pendidikan-luar-sekolah/kepemudaan/

https://www-silabus-web-id.cdn.ampproject.org/v/s/www.silabus.web.id/pengertian-pendidikan-orang-dewasa/

Pentingnya Orang Tua Memahami Pola Asuh

 Pentingnya orang tua memahami pola asuh           Anak merupakan titipan atau amanah yang di berikan Sang Pencipta kepada orang yang tepat ...